Publish 25 Oct 2026 · Tim Submitin id

Tips Menulis Abstrak dalam Penulisan Penelitian

Pelajari cara menulis abstrak karya ilmiah yang baik, mulai dari menjelaskan masalah, tujuan, metode, hasil penelitian, hingga kesimpulan secara ringkas.

Ilustrasi mahasiswa sedang menulis abstrak untuk karya ilmiah di depan laptop.

Abstrak menjadi salah satu bagian penting dalam karya ilmiah, seperti makalah penelitian, skripsi, maupun artikel jurnal. Bagian ini memberikan gambaran singkat tentang keseluruhan penelitian sehingga pembaca bisa memahami inti pembahasan tanpa harus membaca seluruh isi karya ilmiah terlebih dahulu.

Lalu, bagaimana cara menulis abstrak yang baik? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

01| Mulai dari Masalah dan Tujuan Penelitian

Bagian awal abstrak perlu menjelaskan masalah utama yang diteliti dan tujuan penelitian. Pembaca harus bisa mengetahui persoalan apa yang menjadi fokus penelitian serta hal yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut. Pilih informasi yang benar-benar relevan dengan fokus penelitian.

Misalnya, jika penelitian membahas penggunaan media sosial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, abstrak cukup memberikan gambaran singkat tentang persoalan tersebut dan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

Abstrak bukan ringkasan seluruh latar belakang. Fokuslah pada masalah dan tujuan yang paling penting.

02| Jelaskan Metode Penelitian yang Digunakan

Setelah menjelaskan masalah dan tujuan, tuliskan secara singkat bagaimana penelitian dilakukan. Informasi ini membantu pembaca memahami cara peneliti memperoleh dan mengolah data.

Beberapa informasi yang bisa dimasukkan antara lain:

  • Pendekatan penelitian, seperti kuantitatif atau kualitatif.

  • Metode pengumpulan data, seperti survei, wawancara, observasi, atau dokumentasi.

  • Subjek atau objek penelitian, jika relevan untuk menjelaskan fokus penelitian.

03| Masukkan Hasil Temuan Utama

Hasil penelitian merupakan salah satu bagian terpenting dalam abstrak. Pada bagian ini, sampaikan temuan yang benar-benar diperoleh dari penelitian, bukan sekadar harapan atau hal yang ingin dibuktikan.

Agar lebih informatif, abstrak juga perlu menyampaikan hasil yang ditemukan berdasarkan data. Temuan tersebut dapat berupa pola, hubungan antarvariabel, pengalaman informan, atau hasil lain yang sesuai dengan jenis penelitian.

04| Tuliskan Kesimpulan secara Ringkas

Selain masalah, metode, dan hasil, abstrak umumnya memuat kesimpulan utama yang merangkum makna temuan penelitian. Kesimpulan ini harus selaras dengan hasil yang telah dijelaskan, bukan menambahkan klaim baru yang tidak didukung oleh data.

Hindari mengulang seluruh pembahasan atau memasukkan saran yang terlalu panjang. Cukup sampaikan inti kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian.

05| Gunakan Bahasa yang Padat dan Jelas

Abstrak memiliki ruang yang terbatas sehingga setiap kalimat perlu menyampaikan informasi penting. Hindari kalimat berulang, penjelasan yang terlalu umum, atau istilah yang tidak diperlukan.

Agar lebih mudah dibaca, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan kalimat yang langsung menuju inti pembahasan.

  • Hindari memasukkan latar belakang secara berlebihan.

  • Jangan menambahkan informasi yang tidak dibahas dalam penelitian.

  • Pastikan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan saling berkaitan.

  • Periksa kembali batas jumlah kata sesuai pedoman yang digunakan.

Abstrak yang baik bukan berarti harus menggunakan bahasa yang rumit. Justru, abstrak perlu menyampaikan inti penelitian dengan bahasa akademik yang jelas dan efisien.

Contoh Urutan Menulis Abstrak

Abstrak dapat disusun dengan urutan sederhana berikut:

  1. Masalah dan tujuan: Apa yang diteliti dan apa tujuan penelitian?

  2. Metode: Bagaimana penelitian dilakukan?

  3. Hasil: Apa temuan utama berdasarkan data?

  4. Kesimpulan: Apa makna utama dari temuan tersebut?

Kesimpulan

Menulis abstrak bukan sekadar merangkum beberapa bagian dari karya ilmiah, melainkan menyajikan gambaran paling penting dari penelitian secara ringkas dan terarah. Pastikan abstrak memuat masalah dan tujuan, metode, hasil temuan, serta kesimpulan yang sesuai dengan penelitian.

Sebelum mengumpulkan tugas akhir atau mengirimkan artikel ke jurnal, baca kembali abstrak yang sudah dibuat. Pastikan tidak ada latar belakang yang terlalu panjang, metode yang kurang jelas, atau hasil yang masih berupa harapan.

Ingat, abstrak yang baik membantu pembaca memahami inti penelitian tanpa harus menebak-nebak isi karya ilmiah.

← Kembali ke blog