Panduan Sitasi dalam Penulisan Ilmiah untuk Mahasiswa
Pelajari apa itu sitasi, perbedaan sitasi langsung dan tidak langsung, format APA, MLA, Harvard, serta checklist sitasi sebelum mengumpulkan tugas.
Dalam penulisan ilmiah, mahasiswa sering menggunakan informasi, data, atau gagasan dari berbagai sumber. Agar sumber tersebut dapat diketahui oleh pembaca, penulis perlu mencantumkan sitasi pada bagian tulisan yang menggunakan informasi dari referensi tertentu.
Sitasi tidak hanya berfungsi menunjukkan asal informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga integritas akademik dan memberikan atribusi kepada penulis sumber.
Lalu, apa itu sitasi dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar?
Apa Itu Sitasi?
Sitasi adalah cara mencantumkan sumber di dalam tulisan untuk menunjukkan dari mana informasi, data, atau gagasan yang digunakan berasal.
Sitasi biasanya ditempatkan di dalam teks dan kemudian dihubungkan dengan informasi sumber yang lebih lengkap dalam daftar pustaka.
Contoh Sitasi
Misalnya, kamu menggunakan informasi dari sumber yang ditulis oleh Putri pada tahun 2024:
“Literasi digital menjadi salah satu kemampuan penting bagi mahasiswa” (Putri, 2024).
Informasi tersebut menunjukkan bahwa pernyataan yang digunakan dalam tulisan berasal dari sumber yang ditulis oleh Putri dan diterbitkan pada tahun 2024.
Jika menggunakan gagasan atau informasi dari sumber lain, jangan lupa mencantumkan sitasi meskipun kalimatnya sudah ditulis ulang dengan bahasa sendiri.
Sitasi Langsung vs Sitasi Tidak Langsung
Dalam penulisan ilmiah, penggunaan sumber dapat dilakukan melalui kutipan langsung maupun tidak langsung. Keduanya memiliki cara penggunaan yang berbeda.
1. Sitasi Langsung
Sitasi langsung digunakan ketika penulis mengambil pernyataan dari sumber tanpa mengubah kata-kata aslinya.
Contohnya:
“Literasi digital merupakan salah satu kemampuan penting dalam kehidupan akademik” (Putri, 2024, p. 15).
Karena kalimat digunakan secara langsung dari sumber, penulis perlu mengikuti aturan kutipan langsung dari gaya sitasi yang digunakan, termasuk pencantuman halaman apabila diwajibkan.
2. Sitasi Tidak Langsung
Sitasi tidak langsung digunakan ketika penulis menyampaikan kembali gagasan dari sumber menggunakan kalimat sendiri. Cara ini juga sering disebut sebagai parafrase.
Contohnya:
Literasi digital membantu mahasiswa menggunakan dan mengevaluasi informasi secara lebih kritis (Putri, 2024).
Meskipun kalimat sudah ditulis menggunakan struktur dan kata-kata sendiri, sumber tetap harus dicantumkan karena gagasan tersebut berasal dari referensi tertentu.
Kenali Format Sitasi
Ada berbagai gaya sitasi yang digunakan dalam penulisan akademik. Beberapa yang cukup dikenal antara lain APA, MLA, dan Harvard.
APA
American Psychological Association atau APA Style banyak digunakan dalam bidang seperti ilmu sosial dan psikologi.
Contoh bentuk sitasi dalam teks:
(Putri, 2024)
Untuk kutipan langsung, informasi halaman dapat ditambahkan sesuai aturan yang berlaku, misalnya:
(Putri, 2024, p. 15)
MLA
MLA Style banyak digunakan dalam bidang bahasa, sastra, dan humaniora.
Salah satu bentuk sitasi dalam teksnya menggunakan nama belakang penulis dan nomor halaman, misalnya:
(Putri 15)
Harvard
Harvard Style merupakan salah satu sistem author-date yang menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dalam sitasi. Bentuk penggunaannya dapat berbeda berdasarkan panduan institusi atau versi gaya yang digunakan.
Contoh sederhananya:
(Putri, 2024)
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Sitasi
01| Tidak Mencantumkan Sumber
Menggunakan informasi atau gagasan dari sumber lain tanpa sitasi dapat membuat pembaca kesulitan mengetahui asal informasi tersebut.
02| Menggunakan Format yang Tidak Konsisten
Misalnya, sebagian sumber ditulis menggunakan format APA, sementara sumber lainnya menggunakan format berbeda dalam dokumen yang sama.
Gunakan satu gaya sitasi secara konsisten sesuai ketentuan yang berlaku.
03| Tidak Mencantumkan Sitasi pada Parafrase
Mengubah kalimat menggunakan bahasa sendiri bukan berarti gagasan tersebut menjadi milik penulis sepenuhnya.
Gagasan yang berasal dari sumber lain tetap membutuhkan sitasi.
04| Sitasi Tidak Sesuai dengan Daftar Pustaka
Sumber yang dicantumkan dalam teks perlu diperiksa kembali dengan daftar pustaka. Pastikan informasi sumbernya sesuai dan dapat ditemukan oleh pembaca.
Kesimpulan
Sitasi merupakan bagian penting dalam penulisan ilmiah karena membantu menunjukkan asal informasi dan gagasan yang digunakan dalam tulisan.
Baik menggunakan kutipan langsung maupun parafrase, sumber tetap perlu diberikan atribusi sesuai aturan. Selain itu, mahasiswa perlu memahami gaya sitasi yang digunakan dan menerapkannya secara konsisten.
Tidak cukup hanya mencantumkan sumber. Pastikan format sitasi, informasi referensi, dan daftar pustaka juga saling sesuai.