Cara Menulis Cover Letter yang Tidak Generic
Bingung membuat cover letter yang menarik? Simak cara membuat cover letter lebih personal, relevan, dan tidak sekadar mengulang isi CV.
Cover letter merupakan salah satu dokumen yang dapat digunakan untuk memperkenalkan diri kepada perusahaan saat melamar pekerjaan. Selain menjelaskan posisi yang dituju, cover letter dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan alasan ketertarikan, pengalaman yang relevan, dan kontribusi yang dapat diberikan.
Namun, masih banyak cover letter yang menggunakan kalimat pembuka terlalu umum sehingga isinya terasa sama dengan pelamar lainnya.
💡 Tips: Cover letter yang baik bukan sekadar mengulang isi CV, tetapi menjelaskan mengapa kamu tertarik pada posisi tersebut dan apa yang membuat pengalamanmu relevan.
Apa Itu Cover Letter yang Generic?
Cover letter yang generic adalah surat lamaran yang menggunakan isi dan kalimat yang terlalu umum, sehingga tidak menunjukkan ketertarikan terhadap perusahaan atau posisi tertentu.
Misalnya:
“Dengan hormat, saya tertarik melamar posisi Marketing di perusahaan Anda. Saya memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja secara individu maupun tim.”
Kalimat pembuka ini tidak banyak memberikan informasi mengenai alasan kamu memilih perusahaan tersebut atau relevansi pengalamanmu dengan posisi yang dilamar.
Ciri-Ciri Cover Letter yang Generic
1. Menggunakan Pembuka yang Terlalu Umum
Pembuka seperti:
“Dengan hormat, saya tertarik melamar posisi...”
dapat digunakan, tetapi akan lebih kuat jika dilanjutkan dengan alasan yang spesifik mengenai posisi atau perusahaan yang dituju.
2. Tidak Menyebut Perusahaan atau Posisi Secara Spesifik
Cover letter sebaiknya menunjukkan bahwa surat tersebut memang dibuat untuk perusahaan dan posisi tertentu, bukan sekadar dikirim ke banyak tempat dengan isi yang sama.
3. Hanya Mengulang Isi CV
CV sudah memuat pengalaman, pendidikan, dan keterampilan. Karena itu, cover letter sebaiknya tidak hanya mengubah daftar pengalaman dalam CV menjadi bentuk paragraf.
Gunakan cover letter untuk menjelaskan konteks dan relevansi pengalaman tersebut dengan posisi yang dilamar.
4. Tidak Menjelaskan Alasan Ketertarikan
Kalimat seperti “saya tertarik bergabung dengan perusahaan ini” akan terasa terlalu umum jika tidak disertai alasan yang jelas.
Coba jelaskan apa yang membuat perusahaan atau posisi tersebut menarik bagi kamu.
Cara Membuat Cover Letter Lebih Personal
1. Sebutkan Nama Perusahaan dan Posisi
Hindari membuat surat yang terlalu umum. Sebutkan nama perusahaan dan posisi yang kamu lamar agar pembaca langsung mengetahui konteks lamaranmu.
2. Jelaskan Alasan Ketertarikan
Lakukan riset singkat mengenai perusahaan sebelum menulis cover letter. Kamu dapat melihat produk, layanan, nilai perusahaan, kampanye, atau proyek yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Setelah itu, hubungkan hal tersebut dengan alasan mengapa kamu tertarik melamar.
3. Pilih Pengalaman yang Relevan
Tidak perlu memasukkan seluruh pengalaman yang ada di CV. Pilih satu atau dua pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang dituju.
Jelaskan secara singkat apa yang pernah kamu lakukan dan bagaimana pengalaman tersebut berkaitan dengan posisi yang dilamar.
4. Tunjukkan Apa yang Bisa Kamu Berikan
Selain menjelaskan pengalaman, tunjukkan bagaimana pengalaman atau kemampuan tersebut dapat memberikan kontribusi pada posisi yang dilamar.
Dengan begitu, cover letter tidak hanya berisi “saya pernah melakukan ini”, tetapi juga menunjukkan relevansinya dengan kebutuhan perusahaan.
Fokus pada informasi yang spesifik, relevan, dan menunjukkan alasan kamu cocok dengan posisi tersebut.
Contoh Pembuka Cover Letter
✅ Lebih Personal
“Saya mengikuti perkembangan kampanye [nama produk] dari [nama perusahaan] selama setahun terakhir dan tertarik dengan bagaimana tim Anda mengemas storytelling yang dekat dengan target audiens muda. Ketertarikan tersebut mendorong saya untuk melamar posisi Marketing di tim Anda. Pengalaman saya dalam mengelola konten media sosial dan mengembangkan strategi komunikasi menjadi bekal yang ingin saya kontribusikan dalam posisi ini.”
Versi ini memberikan konteks yang lebih spesifik. Pelamar menunjukkan bahwa dirinya mengetahui perusahaan, memiliki alasan untuk melamar, dan dapat menghubungkan pengalaman dengan posisi yang dituju.
Jangan Sekadar Copy-Paste untuk Semua Lamaran
Menggunakan satu template dasar sebenarnya dapat membantu menghemat waktu. Namun, bagian tertentu sebaiknya disesuaikan untuk setiap perusahaan.
Kamu dapat mempertahankan struktur dasar seperti pembuka, pengalaman, dan penutup. Kemudian, sesuaikan bagian yang berkaitan dengan nama perusahaan, posisi, alasan ketertarikan, serta pengalaman yang paling relevan.
Dengan cara ini, cover letter tetap efisien dibuat tetapi tidak terasa seperti surat yang dikirim secara massal.
Kesimpulan
Cover letter yang baik tidak harus panjang atau menggunakan bahasa yang rumit. Yang lebih penting adalah membuat isinya spesifik, relevan, dan personal.
Hindari hanya mengulang CV atau menggunakan pembuka yang dapat diterapkan pada perusahaan mana pun. Sebaliknya, tunjukkan alasan ketertarikan terhadap perusahaan, pilih pengalaman yang relevan, dan jelaskan kontribusi yang dapat diberikan.
Dengan begitu, cover letter tidak hanya menjadi formalitas dalam proses lamaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menunjukkan relevansi kamu dengan posisi yang dituju.